Catatan Spesial Marco Asensio untuk Timnas Spanyol
Sosok Marco Asensio mendapat pujian dari beragam pihak; pelatih, fans sampai kalangan media. Latarnya tak lain penampilan menawan Marco Asensio saat Spanyol 'menenggelamkan' Kroasia, pada laga UEFA Nations League Liga A Grup 4, Selasa (11/9/2018) atau Rabu (12/11/2018) dini hari WIB.
Baca Juga
- Luis Enrique, Resep Ampuh untuk Timnas Spanyol
- Mimpi Terburuk Pelatih Kroasia Seusai Kalah Telak dari Spanyol
- Spanyol Vs Kroasia: Asensio Bangga Jadi Bintang Tim Matador
Empat gol lain berasal dari bunuh diri Lovre Kalinic (35'), Rodrigo (49'), Sergio Ramos (57') dan Isco (70'). Tiga gol terakhir itu pula yang membuat nama Marco Asensio mendapat atensi.
Gol Rodrigo, Sergio Ramos dan Isco berasal dari assist Marco Asensio. Tak heran jika Marco Asensio menjadi bintang. "Kapanpun saya bermain, saya akan memberikan segalanya. Kami bermain kolektif, sehingga bisa memeragakan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Saya senang bisa memberi kontribusi," ungkapnya, di situs resmi UEFA.
Asensio mengungkapkan, kunci kemenangan Spanyol adalah fokus. "Kami tahu, hasil maksimal akan semakin meningkatkan sisi psikologi tim. Terima kasih untuk fans yang telah memberi dukungan luar biasa. Bukan hal mudah menaklukkan runner-up Piala Dunia 2018," sebut pemain Real Madrid tersebut.
Kemampuan Marco Asensio membuatnya menjadi pemain kedua asal Spanyol dalam 10 tahun terakhir, yang mampu mengirim tiga assist dalam satu pertandingan. Marco Asensio menyamai prestasi Nolito, yang melakukan itu saat La Furia Roja bersua Liechtenstein pada 2016.
Hal lain yang membuat Marco Asensio layak mendapat bintang adalah statistik tiga tembakan ke arah gawang Kroasia, 59 umpan tepat dari 62 usaha, plus enam kali merebut bola kembali dari lawan.
Performa Marco Asensio membantu Timnas Spanyol meraih 29 kemenangan dari 31 pertandingan terakhir di rumah sendiri. Spanyol juga meraih enam kemenangan dari enam partai saat bermain di kota Elche, tak kebobolan dalam lima dari enam pertandingan.
Catatan kemenangan di kota Elche antara lain saat bersua Belgia (3-0, 1986), Macedonia (3-0, 1995), Ukraina (2-1, 2003), Mesir (2-0, 2006) dan Italia (1-0, 2008). "Satu hal yang paling saya sukai adalah prilaku para pemainku di lapangan. Kami mencetak skor spektakuler, tapi semua itu terjadi karena kerja keras," komentar Luis Enrique, Pelatih Timnas Spanyol.
Comments
Post a Comment