Akibat Makan Buah dari Kulkas, Wanita di China Alami Keguguran
Zhejiang - Pada bulan Juli lalu, seorang wanita
memakan buah yang terkontaminasi dari kulkasnya dan membuat janin dalam
kandungannya meninggal. Kejadian menyayat hati ini terjadi di Zhejiang, China, menimpa seorang wanita yang tengah hamil 5 bulan.
Seperti brilio.net lansir dari laman China Press, wanita berusia 20-an itu menderita demam dan sakit kepala tak lama usai mengkonsumsi buah. Pada awalnya, suhu tubuhnya 37,7 derajat Celcius tetapi mulai berubah ke suhu yang tak normal.
Mengalami demam tinggi, wanita ini pun langsung dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Namun sayang, mereka terlambat. Melalui USG, dokter menemukan bahwa janin di dalam kandungannya sudah tak bernyawa.
"Ibu hamil itu terinfeksi Listeria monocytogenes. Ada daging mentah
di kulkas dan itu menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi
bakteri. Buah-buahan itu terkontaminasi dengan bakteri karena tidak
disimpan secara terpisah dari daging mentah," ungkap Dokter Leong.
Dokter di China mengatakan bahwa Listeria monocytogenes dapat bertahan hidup di kulkas dan terus berkembang biak pada suhu rendah. Bahkan ia mampu bertahan hidup pada suhu ekstrem -20 derajat Celcius selama satu tahun.
Sebenarnya, bakteri ini tak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat. Tetapi bisa berakibat fatal bagi janin atau bayi yang baru lahir maupun orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Dalam hal ini, bakteri telah menginfeksi plasenta, cairan ketuban dan juga janin.
Penelitian juga mengungkapkan, bakteri Listeria monocytogenes dapat ditemukan di tanah, air dan kotoran hewan. Makanan yang juga berisiko tinggi adanya bakteri ini adalah sayuran mentah yang telah terkontaminasi tanah, daging, susu atau makanan yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi, dan makanan olahan seperti keju, hotdog dan daging yang telah terkontaminasi.
Untuk mencegah infeksi Listeria monocytogenes, disarankan untuk menjaga tangan tetap bersih saat menyiapkan makanan, membersihkan sayuran mentah dengan air mengalir dan memasak makanan secara menyeluruh untuk membunuh bakteri. Selain itu, ibu hamil disarankan untuk memanaskan kembali daging dari kulkas sebelum mengkonsumsinya agar lebih aman.
Seperti brilio.net lansir dari laman China Press, wanita berusia 20-an itu menderita demam dan sakit kepala tak lama usai mengkonsumsi buah. Pada awalnya, suhu tubuhnya 37,7 derajat Celcius tetapi mulai berubah ke suhu yang tak normal.
Mengalami demam tinggi, wanita ini pun langsung dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Namun sayang, mereka terlambat. Melalui USG, dokter menemukan bahwa janin di dalam kandungannya sudah tak bernyawa.
Baca Juga
- Diplomat Jadi Saksi Detik-Detik Bocah Panjat Tiang Bendera Saat HUT RI
- Dubes Inggris untuk Indonesia: Dirgahayu ke-73 RI...
- Kuliner Nusantara hingga Pemenang Lomba HUT RI Meriahkan 'Pesta Rakyat' WNI di Jenewa
Dokter di China mengatakan bahwa Listeria monocytogenes dapat bertahan hidup di kulkas dan terus berkembang biak pada suhu rendah. Bahkan ia mampu bertahan hidup pada suhu ekstrem -20 derajat Celcius selama satu tahun.
Sebenarnya, bakteri ini tak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat. Tetapi bisa berakibat fatal bagi janin atau bayi yang baru lahir maupun orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Dalam hal ini, bakteri telah menginfeksi plasenta, cairan ketuban dan juga janin.
Penelitian juga mengungkapkan, bakteri Listeria monocytogenes dapat ditemukan di tanah, air dan kotoran hewan. Makanan yang juga berisiko tinggi adanya bakteri ini adalah sayuran mentah yang telah terkontaminasi tanah, daging, susu atau makanan yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi, dan makanan olahan seperti keju, hotdog dan daging yang telah terkontaminasi.
Untuk mencegah infeksi Listeria monocytogenes, disarankan untuk menjaga tangan tetap bersih saat menyiapkan makanan, membersihkan sayuran mentah dengan air mengalir dan memasak makanan secara menyeluruh untuk membunuh bakteri. Selain itu, ibu hamil disarankan untuk memanaskan kembali daging dari kulkas sebelum mengkonsumsinya agar lebih aman.
Comments
Post a Comment