Vaksin MR Belum Halal tapi Boleh

 Jakarta - Akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan penggunaan Vaksin Measles Rubella (MR). Namun dengan sejumlah catatan.
Vaksin MR dari Serum Institute of India (SII) dinyatakan positif mengandung unsur babi. MUI pun menggelar rapat pleno Komisi Fatwa pada Senin 20 Agustus 2018.
Baca Juga
  • MUI: Vaksin MR Positif Mengandung Babi, tapi Boleh Digunakan
  • Alasan MUI Bolehkan Vaksin MR
  • Bersifat Mubah, MUI Nyatakan Vaksin MR Boleh Lanjut Digunakan
Hasilnya, MUI mengeluarkan fatwa membolehkan penggunaan vaksin MR dari SII karena kondisi keterpaksaan. Sebab, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.
Apa saja catatan MUI tentang penggunaan vaksin MR dari SII? Simak selengkapnya dalam Infografis berikut



Bahaya Mengindari



Ada tiga alasan yang membuat penggunaan vaksin MR dibolehkan. Pertama, kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah). Kedua, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Ketiga, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi.
"Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh.
2 dari 3 halaman

Rekomendasi MUI



MUI mengeluarkan empat rekomendasi. Pertama, pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat. Kedua, pihak produsen wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketiga, pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan. Keempat, pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal


Comments

Popular posts from this blog

5 Hal tentang olahraga yang perlu Anda ketahui