Kesan Bayu Jadi Penentu Medali Perak di Estafet 4x100 Meter

JAKARTA - Tim estafet 4x100 meter putra berhasil membuat sejarah bagi Indonesia di cabang olahraga (cabor) atletik di Asian Games 2018. Tim yang dimotori Lalu Muhammad Zohri itu mempersembahkan medali perak setelah jadi yanh tercepat kedua dengan catatan 38,77 detik.
Akan tetapi dibalik aksi heroik Zohri pada laga final tersebut, ada sosok yang tentu patut mendapat apresiasi. Dia adalah Bayu Kertanegara yang menjadi pelari terakhir sekaligus menjadi penentu keberhasilan Indonesia meraih medali perak.



Bayu yang masih berusia 21 tahun itu pun bisa dibilang secara tidak sengaja terpilih menjadi pelari penentu karena ia berada di tim estafet sebagai pengganti. Tetapi dengan berbagai timbangan, tim pelatih memutuskan untuk Bayu turun sebagai pelari keempat dan menggantikan posisi Yaspi Bobby.
Lalu Muhammad Zohri
Meski begitu, pelari asal Jakarta itu mengaku tak kaget. Pasalnya ia pun sudah selalu mempersiapkan diri sejak junior untuk harus bisa tampil siap jika sesuatu saat jadi pemain pengganti.
Baca Juga: Penampilan Zohri dkk Penuhi Ekspektasi Masyarakat
"Kalau dari saya sebenarnya persiapannya sudah lama, mungkin dari saya junior sudah ikut latihan sama yang senior, walaupun cuma sebagai pendamping tapi saya sudah ikut," ucap Bayu.
Lalu Muhammad Zohri
"Jadi pas masuk senior, pas jadi pengganti untuk pelari ke berapa pun saya sudah siap," tambahnya.
Selain Zohri dan Bayu, tim estafet putra Indonesia diperkuat Fadlin yang menjadi pelari pertama dan Eko Rumbawan sebagai pelari ketiga. Sedangkan Zohri yang pada pertandingan individu gagal meraih medali Asian Games 2018, dipercaya sebagai pelari kedua.
(mrh)

Comments

Popular posts from this blog

5 Hal tentang olahraga yang perlu Anda ketahui